Sabtu, Juli 03, 2010

Konsep Dasar Hipertensi

Pengertian
Hipertensi adalah tekanan darah yang tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifisikan sesuai derajat keparahan (doengus maslin e 2001,39)
Tekanan darah tinggi (hipertensai adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. ( Faqih Ruhyanudin, S,Kep.)
Hipertensi di definisikan oleh joint national committeeon detection sebagai tekanaan yang lerbih dari 140/90 mmHg dan di klasifikasikan sesuai derajat keparahanya, mempunyai rentang tekanan darah yang nornal, tinggi sampai dengan hipertensi maligna
2. Tanda dan gejala
Terjadi peningkatan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala bila demikian, gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada hipertensi pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak di sengaja beberapa gejala terjadi secara bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi, gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, kelelahan, pusing, wajah kemerahan, sesak napas, gelisah dan pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak mata, jantung dan ginjal
3. Penyebab hipertensi
Hipertensi berdasarka penyebabnya dapat dibedakan menjadi, 2 gelombang besar yaitu :
1. Hipertensi esensial (hipertensi primer) adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya terjadi pada sekitar 90 % penderita hipertensi, hipertensi esensial kemungkinan disebabkan oleh beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah beberrapa faktor yang sring menyebabkan terjadinya hipertensi antara lain, faktor keturunan,ciri perseorangan (umur, jenis kelamin, ras)dan kebiasaan hidup.
2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan penyakit lara diantaranya sekitar 5-10% penyebabnya adalah penyakit ginjal dan pada sekitar 1-2% adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (Pil KB)penyebab hipertensi lainya adalah kegemukan (obesitas) gaya hidupyang tidak aktif (malas olah raga) stres, alkohol atau garam dalam makanan.
4. Akibat lanjutan dari penyakit hipertensi
Hipertensi jika tidak segera di tangani atau tidak dikendalikan akan mengakibatkan komplikasi yang berbahaya yaitu :
1. Stroke (perdarahan otak)
2. Penyakit jantung
3. Gagal ginjal
5. Klarifikasi tekanan darah pada dewasa
Tabel 2.2
Klasifikasi Tekanan Darah
Kategori Tekann Darah Sistol Tekann Darah Diastol
Normal
Normal Tinggi
Stadium I
(Hipertensi Ringan)
Stadium II
(Hiperttesi Sedang)
Stadium III
(Hipertensi Berat)
Stadium IV
(Hipertensi Maligna) Di bawah 130 mmHg
130-39 mmHg

140-159 mmHg

160-179 mmHg

180-209 mmHg

210 mmHg atau lebih Di bawah 85 mmHg
85-89 mmHg

90-99 mmHg

100-109 mmHg

110-119 mmHg

120 mmHg atau lebih

6. Pengobatan hiperttensi esensial
Hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
1. Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badan sampai ideal
2. Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat penderita hipertensi esensial tidk perlu membatasi aktifitas selama tekanan darahnya terkendali
3. Merubah pola makan, mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram mengurangi alkohol
4. Berhenti merokok
7. Penatalaksanaan hipertensi
Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan darah di bawah 140/90 mmHg untuk mengontrol faktor resiko. Hal ini dapat di capai melalui modifikasi gaya hidup saja atau dengan obat anti hipertensi.
Modifikasi gaya hidup cukup efektif, dapat menurunkan resiko dengan biaya sedikit dan resiko minimal, agar terhindar dari komplikasi fatal hipertensi harus dilakukan pencegahan dengan baik, antara lain dengan cara sebagai berikut:
1. Mengurangi konsumsi garam
2. Menghindari kegemukan
3. Mengatasi konsumsi lemak
4. Olah raga dengan teratur
5. Makanan banyak buah dan sayur segar
6. Tidak merokok dan inum alkohol
7. Latihan relaksasi atau senam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar