Sabtu, Juli 03, 2010

Patofisiologi dan Manifestasi Klinik dari Anemia

Patofisiologi
Sferasitosis herediter (ikterik hemolitik konginetal) selnya mudah mengalmai hemolisis pada larutan natrium hipotonik, sferasis juga dibuang oleh limpa, akibatnya sering terjadi anemia hemolitik herediter, sferisitasis disebabkan karena kelainan. Ikatan protein yang mempertahankan bentuk dan pleksibelitas membran sel darah merah.
Hemoglobin berpolimerisasi pada tegangan oksigen rendah dan hal ini menyebabkan sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit, serta mengalami hemolisis serta membentuk agresi yang menyumbat pembuluh darah sebagai akibatnya terjadi anemia hemolitik berat pendarahan akut dapat memungkinkan timbul renjatan bila pengeluaran darah cukup banyak, sedangkan kadar hemoglobin baru terjadi beberpa hari (Suzanne C. Smeltzer, 2001: 943)
Perdarahan akut dapat memungkinkan timbul rejatan bila pengeluaran darah cukup banyak, sedangkan kadar hemoglobin baru terjadi beberapa hari.
Manifestasi Klinik
Tanda dan gejala untuk anemia menurut Diare C. Boughman dan Joann C. Hackley antara lain : kelemahan, keletihan, mailase umum, pucat pada kulit dan membran mukosa.
Kadar hemoglobin :
a) Takikardi pada aktivitas (Hb 9-11 gr %)
b) Dispne pada aktivitas (Hb < 7 gr%)
c) Kelemahan (Hb < 6 gr%)
d) Dispne pada saat istirahat (Hb dibawah 3 gr%)
e) Gagal jantung hanya pada kadar hemoglobin 2-2,5 gr%)
(Diane C. Baughman dan Joann C. Hackley 2001:23)
Gejala umum anemia menurut Diane C. Baugman dan Joann C. Hackley antara lain cepat lelah, takikardi, palpitasi dan takipnea pada latihan fisik.
Anemia melibatkan semua sistem organ tubuh, akibatnya menimbulkan manifestasi klinik yang luas. Manifestasi ini bergantung pada kecepatan aktivitas,keadaan penyakit yang mendasar, parahnya anemia tersebut pada pendarahan menimbulkan simtomatologi sekunder. Hipovolemia dan hipoksemia tanda dan gejala yang timbul antara lain gelisah, eliafaresis (keringat dingin), sesak nafas kolaps sirkulasi atau syok. Tanda yang paling sering dikaitkan dengan anemia adalah pucat karena berkurangnya volume darah hemoglobin, dan vasokontriksi untuk mengirimkan oksigen ke organ vital, warna kulit, telapak tangan membran mukosa mulut dan konjungtiva dapat digunakan untuk menilai kepucatan.
Anemia berat dapat menimbulkan gejala pada saluran cerna yang berhubungan dengan keadaan defisiensi gejala yang timbul yaitu ; nausea, konstipasi, diare, stomatitis, kelemahan, sakit kepala menggambarkan berkurangnya oksigen ke susunan saraf pusat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar